Senin, 17 Februari 2014


Berita adalah pesan atau informasi penting yang perlu diketahui oleh banyak orang.
Simpulan berita adalah maksud yang dapat diambil  dari sebuah  berita. 
Menyimpulkan  berita dapat dilakukan dengan menentukan pokok-pokok berita. Kemudian dirangkai menjadi satu paragraf.
Mendengarkan pembacaan teks memerlukan konsentrasi.
Dengan begitu, kita akan mampu memahami isi teks tersebut. Setelah itu, kita akan mengetahui
isi dan menuliskan hal-hal pokok teks.

Dalam menanggapi kritik, kita harus bersikap ilmiah.
Menanggapi kritik/memuji sesuatu hal disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun

Parafrasa adalah proses mengubah puisi ke prosa tanpa menghilangkan makna puisi.
Puisi adalah karya sastra yang berisi kata-kata yang singkat, padat, dan  indah. Puisi memiliki makna yang          sangat dalam.
Membaca puisi dilakukan         dengan membaca nyaring, tetapi harus penuh penghayatan/ekspresi. Maksudnya   membaca dengan menyesuaikan isi puisi. Selain itu          membaca puisi juga harus memerhatikan lafal dan intonasi       yang  tepat.

Pidato adalah cara mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata         yang  ditujukan kepada orang banyak.  Pidato ada beberapa    macam, yaitu pidato kenegaraan, pidato pengukuhan, dan ceramah/khotbah.  Membaca pidato harus menggunakan lafal dan intonasi yang tepat.
Lafal  adalah cara          mengucapkan bunyi.
Intonasi adalah lagu atau nada         kalimat.

Berdasarkan tujuannya   pidato terdiri atas beberapa macam,         yaitu  ajakan, memberitahu, dan
menghibur.  
Langkah menulis pidato adalah          sebagai berikut.
-Menentukan         tema/topik  yang  sesuai.
-Menentukan         pikiran pokok.
-Menulis pidato dengan  bahasa yang santun dan komunikatif.

Memahami Penggunaan Tanda Baca Titik Dua
Aturan penggunaan tanda baca titik dua adalah sebagai berikut.
1.  Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian
  Contoh:
Di kantor itu terdapat barang-barang: kursi, meja, lemari, televisi, dan komputer.
 
2.  Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  Contoh:
  Ketua    :  Akram Durachman
  Sekretaris  :  Raya Fitria 
  Bendahara :  Yulianti
3.  Dalam teks drama, tanda titik dua dapat dipakai untuk memisahkan nama pelaku dengan cakapannya.
  Contoh:
Yanto  : Sebenarnya apa yang telah terjadi, Ron?
Risman : Kamu baru saja terpeleset dan jatuh ke dalam sungai

4.  Tanda titik dua dipakai di antara jilid (nomor) dan halaman majalah.
  Contoh:
  Fantasi, Tahun III (1996), Nomor 148:11

5.  Tanda titik dua dipakai di antara bab dan ayat dalam kitab suci.
  Contoh:
  Surat Yasin:9
6.  Tanda  titik  dua  dipakai  di  antara  judul  dan  anak  judul  suatu karangan
  Contoh:
  Bahasa Indonesia: Surat-menyurat
7.  Tanda  titik  dua  dipakai  di  antara  nama  kota  dan  penerbit,  buku acuan dalam karangan.
  Contoh:
  Yulianti.  2008.  Terampil  Menggunakan  Ejaan  Bahasa  Indonesia untuk Sekolah Dasar. Jakarta: PT. Adfale Prima Cipta.

Rubrik adalah karangan bertopik tertentu dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Misalnya saja rubrik puisi, cerita pendek, atau rubrik ilmu pengetahuan. Ketika membaca sebuah rubrik, kamu harus memahami isinya.
Caranya dengan menemukan ide pokok setiap paragraf. Dari ide pokok tersebut, kamu dapat memahami informasi dalam rubrik. Setelah memahaminya, kamu dapat memberikan tanggapan. Tanggapan yang kamu berikan dapat berupa saran atau pertanyaan.
Formulir adalah lembar atau surat yang harus diisi. Banyak sekali jenis formulir, di antaranya formulir pendaftaran, wesel pos, slip tabungan, atau daftar riwayat hidup.Ketika mengisi formulir, kamu harus mengetahui bagian-bagian mana saja yang harus diisi dan bagian mana yang tidak diisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar