Berita adalah pesan atau informasi penting yang perlu diketahui
oleh banyak orang.
Simpulan
berita adalah maksud yang dapat diambil dari sebuah berita.
Menyimpulkan
berita dapat dilakukan dengan menentukan
pokok-pokok berita. Kemudian dirangkai menjadi satu paragraf.
Mendengarkan
pembacaan teks memerlukan konsentrasi.
Dengan
begitu, kita akan mampu memahami isi teks tersebut. Setelah itu, kita akan
mengetahui
isi
dan menuliskan hal-hal pokok teks.
Dalam
menanggapi kritik, kita harus bersikap ilmiah.
Menanggapi
kritik/memuji sesuatu hal disertai alasan dengan menggunakan bahasa yang santun
Parafrasa
adalah proses mengubah puisi ke prosa tanpa menghilangkan makna puisi.
Puisi
adalah karya sastra yang berisi kata-kata yang singkat, padat, dan indah. Puisi memiliki makna yang sangat dalam.
Membaca
puisi dilakukan dengan membaca nyaring, tetapi harus penuh
penghayatan/ekspresi. Maksudnya membaca dengan
menyesuaikan isi puisi. Selain itu membaca
puisi juga harus memerhatikan lafal dan intonasi yang tepat.
Pidato
adalah cara mengungkapkan pikiran dalam bentuk
kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Pidato ada beberapa macam, yaitu pidato kenegaraan, pidato pengukuhan, dan ceramah/khotbah. Membaca pidato harus menggunakan lafal dan intonasi
yang tepat.
Lafal adalah cara mengucapkan
bunyi.
Intonasi
adalah lagu atau nada kalimat.
Berdasarkan
tujuannya pidato terdiri atas beberapa macam, yaitu ajakan, memberitahu, dan
menghibur.
Langkah
menulis pidato adalah sebagai berikut.
-Menentukan tema/topik yang sesuai.
-Menentukan pikiran pokok.
-Menulis
pidato dengan bahasa yang santun dan komunikatif.
Memahami
Penggunaan Tanda Baca Titik Dua
Aturan
penggunaan tanda baca titik dua adalah sebagai berikut.
1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu
pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian
Contoh:
Di
kantor itu terdapat barang-barang: kursi, meja, lemari, televisi, dan komputer.
2. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau
ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
Ketua
: Akram Durachman
Sekretaris
: Raya Fitria
Bendahara :
Yulianti
3. Dalam teks drama, tanda titik dua dapat
dipakai untuk memisahkan nama pelaku dengan cakapannya.
Contoh:
Yanto : Sebenarnya apa yang telah terjadi, Ron?
Risman
: Kamu baru saja terpeleset dan jatuh ke dalam sungai
4. Tanda titik dua dipakai di antara jilid
(nomor) dan halaman majalah.
Contoh:
Fantasi, Tahun III (1996), Nomor 148:11
5. Tanda titik dua dipakai di antara bab dan
ayat dalam kitab suci.
Contoh:
Surat Yasin:9
6. Tanda
titik dua dipakai
di antara judul
dan anak judul
suatu karangan
Contoh:
Bahasa Indonesia: Surat-menyurat
7. Tanda
titik dua dipakai
di antara nama
kota dan penerbit,
buku acuan dalam karangan.
Contoh:
Yulianti.
2008. Terampil Menggunakan
Ejaan Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar. Jakarta: PT.
Adfale Prima Cipta.
Rubrik
adalah karangan bertopik tertentu dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.
Misalnya saja rubrik puisi, cerita pendek, atau rubrik ilmu pengetahuan. Ketika
membaca sebuah rubrik, kamu harus memahami isinya.
Caranya
dengan menemukan ide pokok setiap paragraf. Dari ide pokok tersebut, kamu dapat
memahami informasi dalam rubrik. Setelah memahaminya, kamu dapat memberikan
tanggapan. Tanggapan yang kamu berikan dapat berupa saran atau pertanyaan.
Formulir
adalah lembar atau surat yang harus diisi. Banyak sekali jenis formulir, di
antaranya formulir pendaftaran, wesel pos, slip tabungan, atau daftar riwayat
hidup.Ketika mengisi formulir, kamu harus mengetahui bagian-bagian mana saja
yang harus diisi dan bagian mana yang tidak diisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar