1.
Setiap teks memiliki hal-hal penting atau pokok-pokok isi teks.
2.
Ketika kamu hendak menyampaikan informasi yang kamu baca di media, hendaknya
menggunakan
bahasa yang runtut, baik, dan benar.
3.
Laporan pengamatan berisi: objek yang diamati, tempat pengamatan, waktu
pengamatan,
dan pokok-pokok isi pengamatan.
4.
Riwayat hidup berisi data-data pribadi seperti nama, tempat tanggal lahir,
pendidikan,
nama orang tua, pekerjaan, dan lain-lain.
a.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
Meskipun kamu....
b.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Ibu berkata, “Pergilah sesuka hatimu!”
c.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan
nama Tuhan, agama, dan kitab suci.
Contoh:
Allah, Yang Mahakuasa, hamba-Mu, Alquran
d.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Nabi Isa, Raden Ajeng Kartini, Sultan Agung.
e.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang
diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu,
nama instansi, atau nama tempat. Contoh: Ketua MPR Amien Rais, mantan Presiden
B.J.
Habibie, Gubernur Jawa Timur, Dinas Pendidikan
f.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang. Contoh: Dewi Sartika,
Amien Rais
g.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.
Contoh:
bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Jawa.
h.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa
sejarah. Contoh: tahun Masehi, bulan September, Perang Dunia II.
i.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah
dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Contoh:
Menteri Kehakiman dan HAM
j.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah,
surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang,
untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh: Ia penulis buku Hak Gus Dur
untuk Nyleneh.
k.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar,
pangkat, dan sapaan. Contoh: Dr., M.Pd., S.Pd.
l.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti
bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan
pengacuan. Contoh: Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terima kasih.
m.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Contoh: Surat Anda
telah kami terima.
Tokoh
adalah pemeran dalam suatu cerita.
Watak
adalah sifat, perangai, kelakuan tokoh. Misalnya, tokoh Nobita dalam dalam Doraemon. Bagaimana
watak Nobita? Nobita adalah seorang anak yang pemalas, cengeng, suka mengadu,
tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, tetapi dia baik hati, perhatian,
dan suka menolong.
1.
Dalam memberikan kritik, kamu harus memerhatikan bahasa yang digunakan supaya
tidak menyakiti atau menyinggung perasaan orang yang diberi kritik.
2.
Setiap teks memiliki hal-hal penting atau pokok-pokok isi teks. Pokok-pokok isi
teks tersebut jika dirangkai akan menjadi sebuah ringkasan.
3.
Semua berita tersebut membawa berjuta-juta informasi yang dapat memperkaya wawasanmu
dan mampu membuat matamu melihat dunia. Kamu akan lebih mudah mengetahui isi
informasi jika berita tersebut kamu ringkas.
4.
Karakter tokoh adalah watak yang diperan dalam cerita.
Jika
kamu ingin menyampaikan informasi dengan lancar dan tidak ada satu informasi pun
yang tidak tersampaikan, kamu dapat mengikuti hal-hal berikut ini:
a.
baca bahan atau sumber informasi dengan saksama;
b.
tuliskan hal-hal informasi yang ingin kamu sampaikan;
c.
rangkailah hal-hal informasi tersebut dengan menggunakan bahasa kamu sendiri;
d.
latihan berbicara dengan menggunakan bahasa yang runtut, jelas, dan menarik di depan
cermin dapat kamu lakukan supaya keterampilan berbicaramu bertambah;
e.
sesekali melihat catatan yang kamu buat tidak masalah.
1.
Kiat menyampaikan informasi dengan lancar adalah membaca bahan dengan saksama,
menulis hal-hal penting, merangkai hal-hal penting itu menjadi ringkasan.
Informasi
itu dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.
2.
Kata penghubung adalah kata yang kegunaannya menghubungkan dua kata atau bagian-bagian
kalimat lainnya sehingga kalimat itu menjadi padu.
3.
Berdasarkan gambar seri kamu dapat membuat teks percakapan.
Struktur prosa, baik itu novel,
cerpen, dongeng, maupun yang lainnya, dibentuk oleh unsur-unsur berikut: tema,
latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat/pesan.
1.
Tema
Tema
adalah inti atau ide pokok sebuah cerita. Tema merupakan pangkal tolak pengarang.
2.
Latar
Latar
(setting) tempat, waktu, dan
suasana terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh. Dalam
cerpen, novel, atau pun bentuk prosa lainnya, kadang-kadang tidak disebutkan
secara jelas latar perbuatan tokoh itu. Yang ada hanya penyebutan latar secara
umum. Misalnya,
di tepi hutan, di sebuah dewasa, pada suatu waktu, pada zaman dahulu, di kala
senja.
3.
Penokohan
Penokohan
adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh
dalam cerita. Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat
menggunakan teknik sebagai berikut:
a.
penggambaran langsung oleh pengarang
b.
penggambaran sik dan perilaku
tokoh
c.
penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
d.
penggambaran tata kebahasaan tokoh
e.
pengungkapan jalan pikiran tokoh
f.
penggambaran oleh tokoh lain
4.
Sudut pandang
Sudut
pandang (point
of view)
adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang dalam
menyampilkan ceritanya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
a.
berperan langsung sebagai orang pertama, sebagai tokoh yang terlihat dalam cerita
yang bersangkutan
b.
sebagai orang ketiga yang berperan sebagai pengamat.
5.
Amanat/Pesan
Amanat/pesan
merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang hendak disampaikan pengarang
kepada pembaca melalui karyanya itu. Tidak jauh berbeda dengan bentuk cerita lainnya,
amanat dalam cerpen akan disimpan rapi dan disembunyikan oleh pengarangnya
dalam keseluruhan isi cerita. Karena itu,
untuk
menemukannya tidak cukup dengan membaca dua atau tiga paragraf, tetapi harus
menghabiskannya sampai tuntas.
1.
Hal-hal yang ditanggapi dalam pembacaan puisi adalah lafal, intonasi, ekspresi,
dan penghayatan.
2.
Unsur penting dalam menulis laporan adalah judul, tema, dan gagasan pokoknya.
3.
Unsur dongeng yang diidentifkasi adalah tema,
latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat.
4.
Mengubah bentuk puisi menjadi prosa tanpa mengubah isi dan amanat dari puisi
itu disebut memparafrasakan puisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar