Puisi
Puisi dibangun dengan dua struktur, yaitu struktur fisik
dan struktur batin. Struktur fisik merupakan unsur pembentuk puisi yang dapat
diamati secara visual. Unsur-unsur bentuk atau struktur fisik puisi dapat
diuraikan dalam metode puisi, yakni unsur estetik yang membangun struktur luar
dari puisi. Unsur-unsur itu dapat ditelaah satu persatu, tetapi unsur-unsur ini
merupakan kesatuan
yang utuh. Struktur fisik atau kebahasaan ini dapat dibagi menjadi beberapa unsur, antara lain : diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (majas), verifikasi, dan tata wajah puisi (Waluyo, 1987:71).
yang utuh. Struktur fisik atau kebahasaan ini dapat dibagi menjadi beberapa unsur, antara lain : diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (majas), verifikasi, dan tata wajah puisi (Waluyo, 1987:71).
Pengertian
Puisi adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh rima,
irama, metrum serta penyusunan larik dan bait. Puisi merupakan ide, pikiran,
dan perasaan seseorang mengenai suatu hal yang diungkapkan melalui rangkaian
kata-kata yang indah.
Unsur-unsur Puisi
Unsur-unsur puisi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
fisik dan batin.
1. Struktur Fisik Puisi
Struktur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi yang
bersifat fisik atau nampak dalam bentuk susunan kata-katanya. Struktur fisik
puisi terdiri dari beberapa macam, yaitu:
(1) Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk
puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri,
pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf
kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan
pemaknaan terhadap puisi.
(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair
dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata
dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat
mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna,
keselarasan bunyi, dan urutan kata.
(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat
mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan
perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji
penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat
mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa
yang dialami penyair.
(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap
dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan
dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan
cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat
melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat
menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa
figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna
atau kaya akan makna. Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam
majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke,
eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks,
antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6) Verifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme,
dan metrum.
·
Rima adalah
persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
1. Onomatope adalah
kata tiruan bunyi, msl "kokok" merupakan tiruan bunyi ayam,
"cicit" merupakan tiruan bunyi tikus.
2. Bentuk intern
pola bunyi yang terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan
awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan
sebagainya.
3. Pengulangan
kata/ungkapan.
·
Ritma (ritme; irama) adalah alunan
yg terjadi krn perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dl arus panjang pendek
bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada; ritme
·
Metrum adalah ukuran
irama yg ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dl setiap baris;
pergantian naik turun suara secara teratur, dng pembagian suku kata yg
ditentukan oleh golongan sintaksis
2. Struktur Batin Puisi
Struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak
tampak langsung dalam penulisan kata-katanya. Struktur batin puisi dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
(1) Tema/makna (sense)
Tema adalah pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan,
dipakai sbg dasar mengarang, menggubah/mengarang sajak, dsb). Media puisi
adalah bahasa. Maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait,
maupun makna keseluruhan.
(2) Rasa (feeling)
Rasa yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang
terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar
belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan,
agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia,
pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan
tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada
kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja,
tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan
kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3) Nada (tone),
Nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga
berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada
menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah,
menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap
bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4) Amanat/tujuan/maksud (itention)
Amanat adalah gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg
ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar. Sadar ataupun tidak,
ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa
dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.
Pengertian,
Cara Membuat, Contoh Parafrasa, dan jenis-jenis parafrasa
Pengertian
Parafrasa
Parafrase
atau parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan bahasa ke dalam bentuk
bahasa lain tanpa mengubah pengertian. Pengungkapan kembali tersebut bertujuan
untuk menjelaskan makna yang tersembunyi. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks (karangan)
dalam bentuk (susunan kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan
makna yang tersembunyi.
Cara Membuat Parafrasa
Ada beberapa hal yang harus
dilakukan dalam membuat parafrasa dari sebuah bacaan. Untuk membuat parafrasa
lisan, langkah-langkahnya adalah membaca informasi secara cermat, mencatat
kalimat inti, mengmbangkan kalimat inti menjadi pokok pikiran, menyampaikan
pokok pikiran dalam bentuk uraian lisan dengan kalimat sendiri. Sunakanlah
sinonim, ungkapan yang sepadan, mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak
langsung, mengubah kalimat aktif menjadi kalimat tidak aktif, serta menggunakan
kata ganti orang ketiga untuk narasi jika kesulitan menguraikan.
Cara Memparafrasekan Puisi Menjadi
Prosa
Bagaiamana cara memparafrasekan
puisi menjadi prosa? Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memfaraprasekan
puisi menjadi prosa, ialah :
- Membaca atau mendengarkan pembacaan puisi dengan
seksama ;
- Pahami isi kandungan puisi secara utuh ;
- Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat
dalam puisi ;
- Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk
prosa dengan menggunakan kalimat sendiri ;
- Sampaikan secara lisan atau dibacakan.
Parafrasa merupakan cara pengungkapan
kembali suatu tuturan dari suatu tingkatan/ macam bahasa menjadi yang lain
tanpa mengubah pengertiannya.
Ciri Parafrasa:
1. bentuk tuturan berbeda
2. makna tuturan sama
3. subtansi tidak berubah
4. bahasa/cara penyampaian berbeda
Berdasarkan jeisnya, parafrasa
dibagi menjadi dua; parafrasa lisan dan parafrasa tulisan.
Langkah membuat parafrasa:
1. membaca teks keseluruhan
2. menentukan pokok-pokok pikiran
wacana
3. menetuka tuturan yang
hendak menjadi variasinya
4. menyusun pokok pikiran tanpa mengabah
arti
5. menyempurnakan pokok pikiran
6. membentuk wacana sesuai keinginan
Contoh 1
Selamat
Tinggal
aku berkaca
ini muka
penuh luka
siapa punya?
kudengar seru
menderu
dalam hatiku
apa hanya
angin lalu?
lagu lain
pula
menggelepar
di tengah malam buta
ah...!!!
segala
menebal, segala mengental
segala tak
kukenal
(Chairil
Anwar)
parafrasanya menjadi:
Ketika Si Aku berkaca, Si Aku sangat
terkejut melihat mukanya ini mulai dipenuhi luka. Sebenanya ini punya siapa?
Aku mendengar suara yang seru menderu,
dalam hati kubertanya, apakah itu hanya suara angin lalu?
Aku pun mendengar lagu
yang lain menggema menggelepar di tengan malam buta.
Ah,...!!
Segalnaya telah tiba menebal, bahkan
segalanya jadi mengental, sehingga segalanya tidak aku kenal.
Contoh 2
Aku
Kalau sampai
waktuku
'Ku mau tak
seorang 'kan merayu
Tidak juga
kau
Tak perlu
sedu sedan itu
Aku ini
binatang jalang
Dari
kumpulannya terbuang
Bila peluru
menembus kulitku
Aku tetap
meradang menerjang
Lukadan bisa
kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang
perih peri
Dan aku akan
lebih tidak peduli
Aku mau hidup
seribu tahun lagi
(Chairil
Anwar, DCD 1959:7)
Parafrasanya :
Kalau si aku meninggal, ia
menginginkan jangan ada seorangpun yang bersedih, bahkan juga kekasih atau
istrinya.
Tidak perlu juga ada sedu sedan yang
meratapi kematian si aku sebab tidak ada gunanya. Si aku ini adalah binatang
jalang yang lepas bebas, yang terbuang dari kelompoknya. Ia merdeka tidak
terikat oleh aturan-aturan yang mengikat, bahkan meskipun ia ditembak, peluru
menembus kulitnya. Si aku tetap berang dan memberontak terhadap aturan-aturan
yang mengikat tersebut.
Segala rasa sakit dan penderitaan
akan ditanggung, ditahan, diatasi hingga rasa sakit dan penderitaan itu pada
akhirnya akan hilang sendiri.
Si aku akan makin tidak peduli pada
segala aturan dan ikatan, halangan, serta penderitaan. Si aku mau hidup seribu
tahun lagi. Maksudnya, si aku menginginkan semangatnya, pikirannya,
karya-karyanya akan hidup selama-lamanya. (Rachmat Djoko Pradopo)
Jenis parafrasa ada 2 yaitu:
1. Parafrasa terikat adalah mengubah
puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan atau menyisipkan sejumlah kata pada
puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami seluruh kata dalam puisi
masih tetap digunakan dalam parafrasa tersebut.
2. Parafrasa bebas adalah mengubah puisi
menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-kata yang terdapat dalam puisi
dapat digunakan, dapat pula tidak digunakan.
Parafrasa Terikat
MENYESAL
Kini PAGIKU HILANG
SUDAH MELAYANG entah kemana
Sekarang HARI
MUDAKU SUDAH PERGI jauh tak kan pernah kembali
KINI hanya PETANG yang DATANG
MEMBAYANGi alam pikiranku
Yang kini BATANG
USIAKU SUDAH mulai TINGGI.
Dulu AKU
LALAI DI HARI PAGI,
Karena BETA
LENGAH DI MASA MUDA yang masih suka bermalas-malasan
Hingga KINI
HIDUP menjadi MERACUN HATI tak bisa berbuat apa-apa lagi
Sudah MISKIN
ILMU, MISKIN HARTA pula
Namun AH,
APA GUNA KUSESALKAN,
Karena MENYESAL
TUA itu TIADA BERGUNA,
HANYA MENAMBAH
LUKA SUKMA di hati
KEPADA YANG
MUDA KUHARAPKAN,
Untuk ATUR
BARISAN DI HARI PAGI,
MENUJU KEARAH
PADANG BAKTI.
(ALY HASJMY)
Parafrasa
Bebas
Puisi meyesal karya Ali Hasjmi
mengisahkan seseorang yang menyesali masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya.Ia kurang hati-hati dan bermalas-malasan waktu muda dulu.Kini di
hari tuanya, ia merasa miskin ilmu dan miskin harta, tidak berilmu dan tidak
punya harta apa-apa. Ia merasa tidak ada guna menyesali diri. Akan tetapi, ia
tidak berhenti dalam sesalnya.Ia berusaha bangkit dan mengajak generasi muda
untuk merencanakan segala sesuatu dari sekarang menuju kearah tempat yang lebih
baik (tempat yang dihormati).
Contoh puisi
Gadis
Peminta-minta
Setiap kita
bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu
terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku
pada bulan merah jambu
Tapi kotaku
jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut,
gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah
jembatan yang melulur sosok
Hidup dari
kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari
kemayaan riang.
Duniamu yang
lebih tinggi dari menara katerdal
Melintas-lintas
di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiw begitu
murni, terlalu murni
Untuk dapat
membagi dukaku
Kalau kau mati,
gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas
itu tak ada yang punya
Dan kotaku, oh
kotaku
Hidupnya tak
lagi punya tanda
(Toto
Sudarto Bachtiar, suara, 1950 )
A. Mencari Arti kata sulit
Kekal : abadi
Duka :sedih
Tengadah :
melihat keatas/ berdoa/ minta
Merah jambu:
sore hari
Melulur :
meluncur masuk dengan mudah
Sosok : rupa/
bentuk/ wujud
Angan-angan:
pikiran/ ingatan/ cita-cita
Kemayaan: hal
keadaan hanya tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada hanya ada dalam
angan-angan atau khayalan.
Menara :
bangunan yang tinggi
Katerdal :
gereja besar tempat kedudukan resmi
B. Parafrasa terikat
Setiap kita
bertemu dengan gadis kecil berkaleng kecil aku merasa iba
padanya
Setiap Senyummu
terlalu kekal untuk kenal duka dalam menghadapi kenyataan hidup
Mereka Tengadah
padaku pada bulan merah jambu saat itu
Tapi kotaku
jadi hilang, tanpa jiwa kalau gadis kecil berkaleng kecil tidak ada
Rasanya Ingin
aku ikut dengan gadis kecil berkaleng kecil itu
Mereka Pulang
ke bawah jembatan yang melulur sosok tanpa rasa takut
Mereka Hidup
dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan yang tak kan pernah ada
Hanya Gembira
dari kemayaan riang.
Namun Duniamu
yang lebih tinggi dari menara katerdal
Meskipun Melintas-lintas
di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiwamu begitu
murni, terlalu murni
Untuk dapat
membagi dukaku
Kalau kau mati,
gadis kecil berkaleng kecil dunia ini terasa sepi
Bagaikan Bulan
di atas itu tak ada yang punya
Dan di kotaku, oh
kotaku
Seperti Hidupnya
tak lagi punya tanda
C. Parafrasa
bebas
Puisi
Gadis kecil berkaleng kecil diatas pengungkapan seorang penyair bahwa Setiap
kita bertemu dengan gadis kecil yang membawa kaleng kecil, senyuman mereka
terlalu abadi untuk kita kenal, penyair merasa terharu dan sedih jika melihat
mereka saat meminta minta pada kita saat waktu sore hari itu, namun jika tidak
ada mereka kota ini terasa hilang tanpa jiwa. Ingin rasanya ikut
dengan gadis kecil berkaleng kecil itu, sampai pulang ke bawah jembatan, tubuh
mereka meluncur masuk dengan mudah tanpa rasa takut ataupun kesusahan. Mereka
hanya bisa berkhayal dari kehidupan yang mewah dengan kegembiraan yang hanya
khayalan yang nyatanya tidak ada. Namun mereka derajatnya lebih tinggi dari
bangunan yang tinggi. Meskipun mereka selalu berlintas lintas di air kotor yang
begitu mereka hafal, jiwa mereka tetap suci dan terlalu suci untuk dapat membagi
duka kita. Kalau mereka mati, bagaikan bulan diatas tak ada yang punya, dan
kota kita menjadi sepi tanpa kehadiran mereka seperti tiada kehidupan yang
berarti.
Contoh
Memparafrasakan puisi
Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih
menyebut namaMu
Biar susah
sungguh
Mengingat kau
penuh seluruh
cayaMu panas
suci
tinggal kerdip
lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang
bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara
di negeri asing
Tuhanku
Aku mengembara
di negeri asing
Tuhanku
Di pintuMu aku
mengetuk
Aku tidak bisa
berpaling
A. Mencari Arti kata yang sulit
Termangu : diam
Cayamu : sinar
atau cahaya
Suci : bersih
Kerdip :
sebentar kelihatan padam, sebentar menyala lagi
Kelam : agak
gelap atau kurang terang
Sunyi : sepi
Bentuk : sosok,
wujud
Remuk : hancur
Kerdip lilin di
dalam kelam sunyi : sesuatu sangat berarti
Aku mengembara
di negeri asing : pengakuan penyair akan dosa-dosanya, sehingga ia menjadi
”orang asing” bagi dirinya sendiri.
DipintuMu aku
mengetuk, aku tidak bisa berpaling : mengungkapkan tekad bulat penyair yang
menyadari bahwa jalan Tuhanlah yang menjadi pilihannya. Ia tidak akan berpaling
lagi, apapun yang terjadi.
B. Menyisipkan kata pada puisi
Doa
Tuhanku aku
mohon ampunanMu
diDalam aku termangu
Aku masih
menyebut namaMu
Biarpun susah
sungguh menghadapi kenyataan hidup
Aku tetap Mengingat
kau penuh seluruh
Dengan cayaMu
panas suci
meskipun tinggal
kerdip lilin di kelam sunyi Engkau sangatlah berarti
Tuhanku yang
Maha Esa
Aku seperti hilang
bentuk
Terasa Remuk tubuhku
Tuhanku Yang
Maha Kuasa
Aku mengembara
di negeri asing
Tuhanku Yang
Maha Pengampun
Aku mengembara
di negeri asing
Tuhanku
Di pintuMu aku
mengetuk
Aku tidak bisa
berpaling apapun yang terjadi
C. Parafrasa bebas
Puisi
diatas mengisahkan seseorang yang sedang termangu, ia tetap menyebut nama
Tuhannya, Ia mengingat atas kesalahan dan dosa-dosa yang ia perbuat
. Dia berusaha selalu ingat padaNya meskipun susah karena memikirkan urusan
dunia.Ia sadar atas kebesaran Tuhan yang penuh cahaya suci, meskipun tinggal
kerdip lilin baginya sangatlah berarti.Ia merasa seperti tubuhnya hancur penuh
dengan dosa. Ia merasa asing bagi dirinya, Ia bertekad bulat bahwa jalan yang
Tuhanlah yang menjadi pilihannya, ia tidak akan berpaling lagi, apa pun yang
terjadi.
rangkuman
Bahasa Indonesia VI[2] rangkuman
Kritik dan Pujian
Kritik
adalah tanggapan terhadap kekurangan orang lain, misal dalam hal pekerjaan,
tulisan, atau ucapan. Sebaiknya, kritik disertai alasan yang objektif sehingga
orang yang dikritik dapat memperbaiki kekurangannya.
Kamu
dapat menyampaikan kritik dengan cara berikut.
·
Tentukan pokok-pokok yang akan kamu
sampaikan sebagai kritik.
·
Buatlah alasan kritikmu.
·
Sampaikan kritikmu dengan bahasa yang
santun.
·
Sampaikan pula nasihat atau saran untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut.
·
Tenang. Jangan menyampaikan kritik sambil
marah, jengkel, atau kesal.
Dalam
menyampakan kritik, kamu dapat menggunakan kata-kata berikut.
Sebaiknya
_____________ supaya ________________
Bagaimana
kalau __________________ agar
____________
Pujian
berarti pernyataan pengakuan dan penghargaan atas kebaikan atau keunggulan
sesuatu.
Pujian itu kamu sampaikan karena ada sesuatu yang kamu kagumi. Selain itu,
kamu
dapat menyampaikan pujian karena ada sesuatu yang kamu sukai.
Pujian
itu dapat kamu sampaikan dengan cara berikut.
Tentukan
pokok-pokok yang akan kamu puji.
Sampaikan
pujianmu dengan bahasa yang santun.
Sampaikan
pula hal yang kamu kagumi atau sukai sehingga membuat kamu memuji.
Sambil
memuji, kamu dapat tersenyum.
Ketika
memuji kamu dapat menyertakan kata-kata pujian. Seperti apakah kata-kata
pujian
itu? Misal bagus, indah, cantik, hebat, menarik, menyenangkan,
top, atau andal.
Sebaliknya,
kamu harus menanggapi dengan bijaksana dan lapang hati bila kamu
dikritik
ataupun dipuji.
Demikian
pula ketika kamu dipuji, kamu tidak perlu sombong.
Pokok pikiran
Pokok
pikiran disebut juga ide pokok. Pokok pikiran merupakan pernyataan mengenai
topik
atau hal yang dibicarakan dalam paragraf.
Untuk
menemukan pokok pikiran, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut.
1. Buatlah sebuah pertanyaan tentang topik atau
hal yang dibicarakan dalam
paragraf.
Gunakan kata tanya berikut.
apa
untuk menanyakan sesuatu,
siapa
untuk menanyakan orang,
di
mana untuk menanyakan tempat,
mengapa
untuk menanyakan sebab,
kapan
untuk menanyakan waktu, dan
bagaimana
untuk menanyakan keadaan atau kejadian.
2. Temukan jawabannya dalam suatu kalimat, yang
disebut kalimat utama.
3. Tentukan pernyataan tentang inti dalam
kalimat utama.Nah, pokok pikiran itu
telah
kamu tentukan.
Menanggapi
Menanggapi
berarti memberi perhatian atau sambutan terhadap sesuatu, misal dalam
hal
perkataan, perilaku, tulisan, atau hasil karya.
Tanggapan
tersebut dapat berupa pertanyaan, pendapat, atau saran.
contoh
:
Pertanyaan
Mengapa
hari Ibu diperingatipada tanggal 22 Desember?
Pendapat
Menurut saya, memang kita tidak perlu
menunggu tanggal 22 Desember untuk
mengungkapkan
rasa sayang pada ibu. Setiap hari dan setiap waktu seharusnya
kita
memperlihatkan rasa sayang kepada ibu.
Saran
Sebaiknya Hari Ibu dirayakan bersama-sama.
Dengan begitu, seluruh penjuru
dunia
dapat bersama-sama mengingat jasa-jasa
ibu.
menjelaskan
isi teks!
·
Perhatikan hal pokok atau penting dalam
teks.
·
Catatlah pokok-pokok teks.
·
Susunlah pokok-pokok dalam satu atau
beberapa kalimat.
Percakapan
Percakapan
adalah perbincangan atau pembicaraan.
Percakapan
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Percakapan
membicarakan suatu topik atau pokok pembicaraan.
dalam
percakapan dapat diungkapkan pengalaman pendapat, pertanyaan, atau saran.
cara
menyusun percakapan:
Perhatikan ciri-ciri teks percakapan berikut.
1. Terdapat nama-nama tokoh seperti dalam nakah
drama.
2. Ragam bahasa yang digunakan adalah ragam
lisan.
3. Setelah nama tokoh atau pelaku diberi tanda
titik dua (:).
4. Kalimat percakapan diawali dan diakhiri
dengan tanda petik (“...”).
menggunakan
kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat perintah agar percakapan tidak
membosankan.
Berita
• Berita merupakan cerita atau keterangan
mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.
• Jenis-jenis berita: berita dalam negeri,
berita luar negeri, berita hukum, berita sosial, berita pendidikan dan
kebudayaan, berita pertanian, berita lingkungan hidup, berita perumahan, berita
pemuda dan olah raga, berita transmigrasi, berita kesehatan,
berita
ilmu pengetahuan, berita koperasi, berita pertanahan, berita penerangan, berita
perindustrian, berita perbankan, berita perhubungan, berita perdagangan, berita
kehutanan, berita agama, berita pertambangan, dan berita pangan.
Puisi
Pada
dasarnya, puisi merupakan cerita yang sangat pendek.
Langkah
mudah menyusun sebuah puisi: Ingatlah salah satu pengalaman pribadimu. Tuangkan
ke dalam selembar kertas. Tulis secara berurutan.
Lebih
baik, gunakan kalimat yang pendek-pendek. Penggallah kalimat-kalimat tersebut.
Agar
menjadi puisi yang lebih sempurna, pendekkan masing-masing kalimat.
Kamu
juga dapat mengubah urutan kalimatnya.
Hilangkan
pula kalimat yang kamu anggap mengganggu.
Buatlah
agar terasa lebih indah,
jangan
lupa, berikan judul.
Trik
Membaca Puisi
1. Bacalah dalam hati atau dengan suara pelan.
2. Pahami puisimu.
Apakah puisimu tentang kegembiraan? Apakah
puisimu tentang kesedihan?
3. Pelajari isi puisimu agar dapat menentukan
jeda serta penekanan kata.
4. Gunakan suara yang lantang sesuai dengan isi
puisi.
5. Ekspresikan dengan mimik.
6. Gerakkan anggota badanmu sesuai irama puisi.
7.
Tampillah percaya diri.
Makna
tersurat: Pesan yang disampaikan tertulis dalam bacaan.
Makna
tersirat : Pesan yang disampaikan tersembunyi dalam bacaan.
Pidato
1. Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam
bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; wacana yang disiapkan
untuk diucapkan di depan khalayak.
2. Isi pidato bergantung pada situasi dan
tujuannya. Isi pidato yang disampaikan dalam situasi resmi berbeda dengan isi
pidato yang akan disampaikan dalam situasi non-resmi. Isi pidato yang ditujukan
untuk orang dewasa berbeda dengan isi pidato yang ditujukan untuk siswa SD.
3. Teks pidato terdiri atas tiga bagian,
yaitu:
pembukaan, isi, dan penutup.
Trik
Menyusun Teks Pidato
1.
Sesuaikan isi pidato dengan tujuan pidato.
2.
Gunakan bahasa yang mudah dicerna oleh semua pendengar.
3.
Satu hal yang paling penting, isi pidato jangan terlalu monoton sehingga
membosankan
pendengarnya.
Kamus Kecil
ikon : lambang
arek-arek : anak-anak
tersirat : tersembunyi; tersimpul
sinonim : padanan kata
antonim : lawan kata
dinas : bertugas, bekerja
kolom : bagian khusus dalam surat kabar atau
majalah
prestasi : hasil yang telah dicapai
protes : pernyataan tidak menyetujui, manentang,
atau menyangkal
rendah
hati : sifat tidak sombong atau tidak
angkuh
rubrik
khusus : ruang atau bagian khusus pada
surat kabar atau majalah
teladan : sesuatu yang patut ditiru atau dicontoh
keteladanan : hal dapat ditiru atau dicontoh
pidato
pada umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup.
1. Pembuka
Pada umumnya pidato diawali dengan (1) salam
pembuka, (2) ucapan penghormatan, dan (3) rasa syukur kepada Tuhan. Ketika
membuka pidato ini sebaiknya jangan terlalu lama atau panjang. Bila terlalu
panjang,
pidatomu
akan membosankan. Selain itu, kamu akan dianggap hanya pandai berbasa-basi.
contoh menyampaikan salam, mengucapkan
penghormatan, dan rasa syukur kepada Tuhan.
Contoh salam pembuka.
“Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita
semua.”
Contoh salam penghormatan
“Yang terhormat Bapak Kapolres Singaraja
selaku pembicara
Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah,
Yang terhormat Ibu dan Bapak Guru,
Yang terhormat para undangan,
Yang berbahagia teman-teman kelas VI dan
adik-adik kelasku yang saya banggakan.”
Contoh pengucapan rasa syukur
“Marilah kita panjatkan puji syukur kepada
Tuhan karena betapa banyak karunia Tuhan
yang
dilimpahkan kepada kita.”
2. Isi
Bagian isi adalah bagian inti dari suatu
pidato.
Pada
bagian ini kamu dapat menjelaskan maksud pidatomu itu secara panjang lebar.
Meskipun
demikian, isi pidato sebaiknya tidak terlalu panjang. Pendengar tentu akan
merasa jenuh menyimak pidatomu.
Berikut ini contoh bagian isi pidato Kepada teman-teman wanita, saya mengajak,
belajarlah
lebih giat dan tekun lagi. Bersikaplah sebagaimana yang tercermin dalam pribadi
Kartini.
Masa depan kaum wanita terletak di tengah kalian. Berjuanglah menegakkan
keadilan. Akan tetapi jangan lupa oleh batas kodrati kita sebagai wanita. Tampilkan diri
teman-teman sesuai dengan pribadi-pribadi bangsa Indonesia.
3. Penutup
Penutup pidato yang baik akan membuat
pendengar terkesan dengan pidatomu.
Pendengar
akan merasa simpati kepadamu. Oleh karena itu, kamu harus merencanakan
penutupan pidato dengan matang. Kamu
dapat
menutup pidato dengan cara: (1) menyimpulkan, (2) permintaan maaf atas segala
kekhilafanmu, dan (3) memberikan salam penutup.
Trik
Berpidato
1. Vokalmu harus terdengar hingga pendengar
paling belakang.
2. Pergunakan bahasa yang sopan.
3. Pergunakan bahasa yang komunikatif.
4. Jangan menggunakan kata yang kamu sendiri
tidak mengerti artinya.
5. Jangan monoton, baik vokal maupun isi pidato.
6. Berpidatolah dengan rileks, jangan
terburu-buru seperti orang yang sedang dikejar-kejar.
7. Pergunakan bahasa baku jika berpidato dalam
acara resmi.
Contoh
penutup pidato:
“Demikianlah sambutan saya. Semoga acara ini
berjalan dengan lancar. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon
maaf. Kalau ada sumur di ladang, bolehlah saya menumpang mandi. Kalau ada umur
panjang, semoga kita berjumpa lagi.
Sekian.Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
1. Pidato pada umumnya terdiri atas tiga bagian,
yaitu pembuka, isi, dan penutup.
2. Bagian pembuka pidato diawali dengan (1)
salam pembuka, (2) ucapan
penghormatan,
dan (3) rasa syukur kepada Tuhan.
3. Bagian isi pidato adalah bagian inti dari
suatu pidato. Pada bagian ini kamu dapat
menjelaskan
maksud pidatomu itu secara panjang lebar.
4. Penutup pidato yang baik akan membuat
pendengar terkesan dengan pidatomu.
Pendengar
akan merasa simpati kepadamu. Oleh karena itu, kamu harus
merencanakan
penutupan pidato dengan matang.
5. Pergunakan cara-cara berikut ini ketika
berpidato (1) vokalmu harus terdengar
hingga
pendengar paling belakang (2) pergunakan bahasa yang sopan (3) jangan
menggunakan kata yang kamu sendiri tidak mengerti artinya (4) jangan monoton,
baik vokal maupun isi pidato (5) berpidatolah dengan rileks (6) pergunakan
bahasa baku jika berpidato dalam acara resmi.
Drama
merupakan karya sastra yang didominasi oleh dialog para tokoh.
Unsur-unsur dalam sebuah drama terdiri atas
tokoh dan watak tokoh, latar, dan
tema
cerita.
Berdasarkan
peranannya, terdapat tokoh utama dan tokoh tambahan. Berdasarkan
wataknya,
dikenal tokoh protagonis (tokoh baik) dan antagonis (tokoh jahat).
Latar
adalah segala sesuatu yang mengacu kepada keterangan mengenai waktu, ruang,
serta suasana peristiwa.
Latar
pada drama dalam pementasan biasanya dibuat panggung yang dihiasi dengan
dekorasi, seni lukis, tata panggung, seni patung, tata cahaya, dan tata suara.
Tema
adalah gagasan, ide, atau pikiran utama, yang digunakan sebagai dasar
dalam
menuliskan cerita.
Dalam
naskah drama, tanda titik dua ( : ) digunakan dalam naskah drama sesudah kata
yang menunjukkan pelaku.
Penggunaan
keterangan tempat dan waktu dalam naskah drama.
Keterangan
tempat merupakan keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya peristiwa atau
keadaan.
Keterangan
waktu merupakan keterangan yang memberikan informasi mengenai saat terjadinya
suatu peristiwa.
Kamus Kecil
Antagonis : tokoh yang membawa nilai-nilai buruk
Basa-basi : ungkapan yang digunakan hanya untuk sopan
santun dan tidak untuk menyampaikan informasi
Dekorasi : setiap bagian dari perlengkapan dekor
panggung teater
Istilah : kata atau ungkapan khusus
Jenuh : bosan
Komunikatif : mudah dipahami
Kostum : pakaian khusus untuk pertunjukan
Monoton : tidak ada ragamnya
Pidato : pengungkapan pikiran yang disajikan dalam
bentuk kata-kata
Protagonis : tokoh yang membawa nilai-nilai baik
Rileks :
tidak kaku, santai
Riuh : ramai
Trik
Meringkas Buku
Sebaiknya,
gunakan selalu kalimat tunggal.
Jika
mungkin, ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
Jumlah
alinea tergantung dari banyaknya ringkasan dan jumlah gagasan pokok yang akan dimasukkan
ke dalam ringkasan.
Bila
memungkinkan, semua keterangan atau kata sifat dibuang
Pertahankan
susunan gagasan asli.
Terkadang,
seorang penulis ringkasan memasukkan pikirannya sendiri tanpa sadar ke dalam
ringkasannya.
Dalam
melaporkan isi buku ada beberapa hal yang harus dicantumkan, yaitu: judul,
pengarang,
jumlah halaman.
Surat
resmi dan surat pribadi memiliki perbedaan dalam hal struktur, bahasa, dan
isi.
Surat
resmi ditulis menggunakan ragam bahasa resmi atau baku.
Surat
resmi dapat dibuat oleh perorangan, organisasi, perusahaan atau instansi
tertentu.
Ada beberapa jenis surat resmi, antara lain:
surat undangan, surat tugas, surat perizinan, surat permohonan, surat
pengumuman, dan surat edaran.
Berbeda dengan surat pribadi, sebuah surat
resmi mempunyai struktur yang harus diperhatikan, seperti:
kop/kepala surat,
nomor
surat,
lampiran,
hal/perihal,
tempat
dan tanggal surat,
alamat
penerima surat,
salam
pembuka surat,
kalimat
pembuka surat,
isi
surat,
kalimat
penutup surat,
salam
penutup surat,
tanda
tangan dan nama terang,
jabatan,
dan tembusan.
Surat
resmi dan surat pribadi memiliki perbedaan dalam hal struktur, bahasa, dan isi.
‹ Bahasa baku ialah ragam bahasa atau
dialek yang diterima untuk dipakai dalam
situasi
resmi.
‹ Yang dimaksud bahasa Indonesia baku
ialah ragam bahasa yang mengikuti
kaidah
bahasa Indonesia, baik yang menyangkut ejaan, lafal, bentuk kata, struktur
kalimat, maupun penggunaan bahasa.
Berita
merupakan informasi terbaru mengenai sesuatu yang sedang terjadi,
disajikan
lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang
ketiga atau orang banyak. Mencari gagasan utama berita hampir sama dengan
ketika mencari gagasan utama sebuah bacaan.
Kamus Kecil
teknik : metode atau sistem mengerjakan sesuatu
ringkas : singkat
runtut : selaras
gagasan : ide
frasa : gabungan dua kata atau lebih yang
bersifat non-predikatif
struktur : susunan
ragam : macam; jenis
konteks : bagian suatu uraian atau kalimat yang
dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; situasi yang ada hubungannya
dengan suatu kejadian