Senin, 17 Februari 2014

Rangkuman Bahasa Indonesia 6


Puisi
Puisi dibangun dengan dua struktur, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik merupakan unsur pembentuk puisi yang dapat diamati secara visual. Unsur-unsur bentuk atau struktur fisik puisi dapat diuraikan dalam metode puisi, yakni unsur estetik yang membangun struktur luar dari puisi. Unsur-unsur itu dapat ditelaah satu persatu, tetapi unsur-unsur ini merupakan kesatuan
yang utuh. Struktur fisik atau kebahasaan ini dapat dibagi menjadi beberapa unsur, antara lain : diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif (majas), verifikasi, dan tata wajah puisi (Waluyo, 1987:71).
Pengertian
Puisi adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh rima, irama, metrum serta penyusunan larik dan bait. Puisi merupakan ide, pikiran, dan perasaan seseorang mengenai suatu hal yang diungkapkan melalui rangkaian kata-kata yang indah.

Unsur-unsur Puisi
Unsur-unsur puisi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fisik dan batin.

1. Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi yang bersifat fisik atau nampak dalam bentuk susunan kata-katanya. Struktur fisik puisi terdiri dari beberapa macam, yaitu:

(1) Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. 

(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

(6) Verifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum.
·         Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
1.   Onomatope adalah kata tiruan bunyi, msl "kokok" merupakan tiruan bunyi ayam, "cicit" merupakan tiruan bunyi tikus.
2.   Bentuk intern pola bunyi yang terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya.
3.   Pengulangan kata/ungkapan.
·         Ritma (ritme; irama) adalah alunan yg terjadi krn perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dl arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada; ritme
·         Metrum adalah ukuran irama yg ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dl setiap baris; pergantian naik turun suara secara teratur, dng pembagian suku kata yg ditentukan oleh golongan sintaksis

2. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak tampak langsung dalam penulisan kata-katanya. Struktur batin puisi dapat dikelompokkan sebagai berikut:

(1) Tema/makna (sense)
Tema adalah pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah/mengarang sajak, dsb). Media puisi adalah bahasa. Maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

(2) Rasa (feeling)
Rasa yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

(3) Nada (tone),
Nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

(4) Amanat/tujuan/maksud (itention)
Amanat adalah gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar. Sadar ataupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.
Pengertian, Cara Membuat, Contoh Parafrasa, dan jenis-jenis parafrasa


Pengertian Parafrasa
Parafrase atau parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan bahasa ke dalam bentuk bahasa lain tanpa mengubah pengertian. Pengungkapan kembali tersebut bertujuan untuk menjelaskan makna yang tersembunyi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.
Cara Membuat Parafrasa
Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam membuat parafrasa dari sebuah bacaan. Untuk membuat parafrasa lisan, langkah-langkahnya adalah membaca informasi secara cermat, mencatat kalimat inti, mengmbangkan kalimat inti menjadi pokok pikiran, menyampaikan pokok pikiran dalam bentuk uraian lisan dengan kalimat sendiri. Sunakanlah sinonim, ungkapan yang sepadan, mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, mengubah kalimat aktif menjadi kalimat tidak aktif, serta menggunakan kata ganti orang ketiga untuk narasi jika kesulitan menguraikan.

Cara Memparafrasekan Puisi Menjadi Prosa

Bagaiamana cara memparafrasekan puisi menjadi prosa? Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memfaraprasekan puisi menjadi prosa, ialah :
  • Membaca atau mendengarkan pembacaan puisi dengan seksama ;
  • Pahami isi kandungan puisi secara utuh ;
  • Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi ;
  • Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri ;
  • Sampaikan secara lisan atau dibacakan.

Parafrasa merupakan cara pengungkapan kembali suatu tuturan dari suatu tingkatan/ macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertiannya.
Ciri Parafrasa:
1. bentuk tuturan berbeda
2. makna tuturan sama
3. subtansi tidak berubah
4. bahasa/cara penyampaian berbeda
Berdasarkan jeisnya, parafrasa dibagi menjadi dua; parafrasa lisan dan parafrasa tulisan.

Langkah membuat parafrasa:
1. membaca teks keseluruhan
2. menentukan pokok-pokok pikiran wacana
3. menetuka tuturan yang  hendak menjadi variasinya
4. menyusun pokok pikiran tanpa mengabah arti
5. menyempurnakan pokok pikiran
6. membentuk wacana sesuai keinginan


Contoh 1

Selamat Tinggal
aku berkaca
ini muka penuh luka
siapa punya?
kudengar seru menderu
dalam hatiku
apa hanya angin lalu?
lagu lain pula
menggelepar di tengah malam buta
ah...!!!
segala menebal, segala mengental
segala tak kukenal
(Chairil Anwar)

parafrasanya menjadi:



Ketika Si Aku berkaca, Si Aku sangat terkejut melihat mukanya ini mulai dipenuhi luka. Sebenanya ini punya siapa?
Aku mendengar suara yang seru menderu, dalam hati kubertanya, apakah itu hanya suara angin lalu?
Aku pun  mendengar lagu yang lain menggema menggelepar di tengan malam buta.
Ah,...!!
Segalnaya telah tiba menebal, bahkan segalanya jadi mengental, sehingga segalanya tidak aku kenal.
Contoh 2

Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Bila peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Lukadan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang perih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Chairil Anwar, DCD 1959:7)


Parafrasanya :
Kalau si aku meninggal, ia menginginkan jangan ada seorangpun yang bersedih, bahkan juga kekasih atau istrinya.
Tidak perlu juga ada sedu sedan yang meratapi kematian si aku sebab tidak ada gunanya. Si aku ini adalah binatang jalang yang lepas bebas, yang terbuang dari kelompoknya. Ia merdeka tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat, bahkan meskipun ia ditembak, peluru menembus kulitnya. Si aku tetap berang dan memberontak terhadap aturan-aturan yang mengikat tersebut.
Segala rasa sakit dan penderitaan akan ditanggung, ditahan, diatasi hingga rasa sakit dan penderitaan itu pada akhirnya akan hilang sendiri.
Si aku akan makin tidak peduli pada segala aturan dan ikatan, halangan, serta penderitaan. Si aku mau hidup seribu tahun lagi. Maksudnya, si aku menginginkan semangatnya, pikirannya, karya-karyanya akan hidup selama-lamanya. (Rachmat Djoko Pradopo)


Jenis parafrasa ada 2 yaitu:

1.      Parafrasa terikat adalah mengubah puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan atau menyisipkan sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami seluruh kata dalam puisi masih tetap digunakan dalam parafrasa tersebut.
2.      Parafrasa bebas adalah mengubah puisi menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-kata yang terdapat dalam puisi dapat digunakan, dapat pula tidak digunakan.

Parafrasa Terikat 








MENYESAL
Kini PAGIKU  HILANG SUDAH MELAYANG entah kemana
Sekarang HARI MUDAKU SUDAH PERGI jauh tak kan pernah kembali
KINI hanya PETANG yang DATANG MEMBAYANGi alam pikiranku
Yang kini BATANG USIAKU SUDAH mulai TINGGI.
Dulu AKU LALAI DI HARI PAGI,
Karena BETA LENGAH DI MASA MUDA yang masih suka bermalas-malasan
Hingga KINI HIDUP menjadi MERACUN HATI tak bisa berbuat apa-apa lagi
Sudah MISKIN ILMU, MISKIN HARTA pula
Namun AH, APA GUNA KUSESALKAN,
Karena MENYESAL TUA itu TIADA BERGUNA,
HANYA MENAMBAH LUKA SUKMA di hati
KEPADA YANG MUDA KUHARAPKAN,
Untuk ATUR BARISAN DI HARI PAGI,
MENUJU KEARAH PADANG BAKTI.
(ALY HASJMY)
  Parafrasa Bebas
                     Puisi meyesal karya Ali Hasjmi mengisahkan seseorang yang menyesali masa mudanya tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.Ia kurang hati-hati dan bermalas-malasan waktu muda dulu.Kini di hari tuanya, ia merasa miskin ilmu dan miskin harta, tidak berilmu dan tidak punya harta apa-apa. Ia merasa tidak ada guna menyesali diri. Akan tetapi, ia tidak berhenti dalam sesalnya.Ia berusaha bangkit dan mengajak generasi muda untuk merencanakan segala sesuatu dari sekarang menuju kearah tempat yang lebih baik (tempat yang dihormati).
Contoh puisi
Gadis Peminta-minta
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang.
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katerdal
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiw begitu murni, terlalu murni
Untuk dapat membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu tak ada yang punya
Dan kotaku, oh kotaku          
Hidupnya tak lagi punya tanda
                         (Toto Sudarto Bachtiar, suara, 1950 )
A.   Mencari Arti kata sulit
Kekal : abadi
Duka :sedih
Tengadah : melihat keatas/ berdoa/ minta
Merah jambu: sore hari
Melulur : meluncur masuk dengan mudah
Sosok : rupa/ bentuk/ wujud
Angan-angan: pikiran/ ingatan/ cita-cita
Kemayaan: hal keadaan hanya tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada hanya ada dalam angan-angan atau khayalan.
Menara : bangunan yang tinggi
Katerdal : gereja besar tempat kedudukan resmi
B.   Parafrasa terikat
Setiap kita bertemu dengan gadis kecil berkaleng kecil aku merasa iba padanya
Setiap Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka dalam menghadapi kenyataan hidup
Mereka Tengadah padaku pada bulan merah jambu saat itu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa kalau gadis kecil berkaleng kecil tidak ada
Rasanya Ingin aku ikut dengan gadis kecil berkaleng kecil itu
Mereka Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok tanpa rasa takut
Mereka Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan yang tak kan pernah ada
Hanya Gembira dari kemayaan riang.
Namun Duniamu yang lebih tinggi dari menara katerdal
Meskipun Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kauhafal
Jiwamu begitu murni, terlalu murni
Untuk dapat membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil dunia ini terasa sepi
Bagaikan Bulan di atas itu tak ada yang punya
Dan di kotaku, oh kotaku      
Seperti Hidupnya tak lagi punya tanda
C.   Parafrasa bebas
                         Puisi Gadis kecil berkaleng kecil diatas pengungkapan seorang penyair bahwa Setiap kita bertemu dengan gadis kecil yang membawa kaleng kecil, senyuman mereka terlalu abadi untuk kita kenal, penyair merasa terharu dan sedih jika melihat mereka saat meminta minta pada kita saat waktu sore hari itu, namun jika tidak ada mereka kota ini terasa hilang tanpa jiwa. Ingin rasanya  ikut dengan gadis kecil berkaleng kecil itu, sampai pulang ke bawah jembatan, tubuh mereka meluncur masuk dengan mudah tanpa rasa takut ataupun kesusahan. Mereka hanya bisa berkhayal dari kehidupan yang mewah dengan kegembiraan yang hanya khayalan yang nyatanya tidak ada. Namun mereka derajatnya lebih tinggi dari bangunan yang tinggi. Meskipun mereka selalu berlintas lintas di air kotor yang begitu mereka hafal, jiwa mereka tetap suci dan terlalu suci untuk dapat membagi duka kita. Kalau mereka mati, bagaikan bulan diatas tak ada yang punya, dan kota kita menjadi sepi tanpa kehadiran mereka seperti tiada kehidupan yang berarti.   
Contoh Memparafrasakan puisi
Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
A.    Mencari Arti kata yang sulit
Termangu : diam
Cayamu : sinar atau cahaya
Suci : bersih
Kerdip : sebentar kelihatan padam, sebentar menyala lagi
Kelam : agak gelap atau kurang terang
Sunyi : sepi
Bentuk : sosok, wujud
Remuk : hancur
Kerdip lilin di dalam kelam sunyi : sesuatu sangat berarti
Aku mengembara di negeri asing : pengakuan penyair akan dosa-dosanya, sehingga ia menjadi ”orang asing” bagi dirinya sendiri.
DipintuMu aku mengetuk, aku tidak bisa berpaling : mengungkapkan tekad bulat penyair yang menyadari bahwa jalan Tuhanlah yang menjadi pilihannya. Ia tidak akan berpaling lagi, apapun yang terjadi.
B.    Menyisipkan kata pada puisi
        Doa
Tuhanku aku mohon ampunanMu
diDalam aku termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biarpun susah sungguh  menghadapi kenyataan hidup
Aku tetap Mengingat kau penuh seluruh
Dengan cayaMu panas suci
meskipun tinggal kerdip lilin di kelam sunyi Engkau sangatlah berarti
Tuhanku yang Maha Esa
Aku seperti hilang bentuk
Terasa Remuk tubuhku
Tuhanku Yang Maha Kuasa
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku Yang Maha Pengampun
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling apapun yang terjadi
C.    Parafrasa bebas
                Puisi diatas mengisahkan seseorang yang sedang termangu, ia tetap menyebut nama Tuhannya,  Ia mengingat atas kesalahan dan dosa-dosa yang ia perbuat . Dia berusaha selalu ingat padaNya meskipun susah karena memikirkan urusan dunia.Ia sadar atas kebesaran Tuhan yang penuh cahaya suci, meskipun tinggal kerdip lilin baginya sangatlah berarti.Ia merasa seperti tubuhnya hancur penuh dengan dosa. Ia merasa asing bagi dirinya, Ia bertekad bulat bahwa jalan yang Tuhanlah yang menjadi pilihannya, ia tidak akan berpaling lagi, apa pun yang terjadi.
rangkuman Bahasa Indonesia VI[2] rangkuman
Kritik dan Pujian
Kritik adalah tanggapan terhadap kekurangan orang lain, misal dalam hal pekerjaan, tulisan, atau ucapan. Sebaiknya, kritik disertai alasan yang objektif sehingga orang yang dikritik dapat memperbaiki kekurangannya.
Kamu dapat menyampaikan kritik dengan cara berikut.
·         Tentukan pokok-pokok yang akan kamu sampaikan sebagai kritik.
·         Buatlah alasan kritikmu.
·         Sampaikan kritikmu dengan bahasa yang santun.
·         Sampaikan pula nasihat atau saran untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
·         Tenang. Jangan menyampaikan kritik sambil marah, jengkel, atau kesal.
Dalam menyampakan kritik, kamu dapat menggunakan kata-kata berikut.
Sebaiknya _____________                   supaya ________________
Bagaimana kalau __________________    agar ____________

Pujian berarti pernyataan pengakuan dan penghargaan atas kebaikan atau keunggulan
sesuatu. Pujian itu kamu sampaikan karena ada sesuatu yang kamu kagumi. Selain itu,
kamu dapat menyampaikan pujian karena ada sesuatu yang kamu sukai.
Pujian itu dapat kamu sampaikan dengan cara berikut.
Tentukan pokok-pokok yang akan kamu puji.
Sampaikan pujianmu dengan bahasa yang santun.
Sampaikan pula hal yang kamu kagumi atau sukai sehingga membuat kamu memuji.
Sambil memuji, kamu dapat tersenyum.
Ketika memuji kamu dapat menyertakan kata-kata pujian. Seperti apakah kata-kata
pujian itu? Misal bagus, indah, cantik, hebat, menarik, menyenangkan, top, atau andal.
Sebaliknya, kamu harus menanggapi dengan bijaksana dan lapang hati bila kamu
dikritik ataupun dipuji.
Demikian pula ketika kamu dipuji, kamu tidak perlu sombong.

Pokok pikiran
Pokok pikiran disebut juga ide pokok. Pokok pikiran merupakan pernyataan mengenai
topik atau hal yang dibicarakan dalam paragraf.
Untuk menemukan pokok pikiran, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut.
1.  Buatlah sebuah pertanyaan tentang topik atau hal yang dibicarakan dalam
paragraf.
   Gunakan kata tanya berikut.
apa untuk menanyakan sesuatu,
siapa untuk menanyakan orang,
di mana untuk menanyakan tempat,
mengapa untuk menanyakan sebab,
kapan untuk menanyakan waktu, dan
bagaimana untuk menanyakan keadaan atau kejadian.
2.  Temukan jawabannya dalam suatu kalimat, yang disebut kalimat utama.
3.  Tentukan pernyataan tentang inti dalam kalimat utama.Nah, pokok pikiran itu
telah kamu tentukan.

Menanggapi
Menanggapi berarti memberi perhatian atau sambutan terhadap sesuatu, misal dalam
hal perkataan, perilaku, tulisan, atau hasil karya.
Tanggapan tersebut dapat berupa pertanyaan, pendapat, atau saran.
contoh :
Pertanyaan
Mengapa hari Ibu diperingatipada tanggal 22 Desember?
Pendapat
     Menurut saya, memang kita tidak perlu menunggu tanggal 22 Desember untuk
mengungkapkan rasa sayang pada ibu. Setiap hari dan setiap waktu seharusnya
kita memperlihatkan rasa sayang kepada ibu.
 Saran  
  Sebaiknya Hari Ibu dirayakan bersama-sama. Dengan begitu, seluruh penjuru
dunia dapat bersama-sama mengingat   jasa-jasa ibu.

menjelaskan isi teks!
·         Perhatikan hal pokok atau penting dalam teks.
·         Catatlah pokok-pokok teks.
·         Susunlah pokok-pokok dalam satu atau beberapa kalimat.

Percakapan
Percakapan adalah perbincangan atau pembicaraan.
Percakapan dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Percakapan membicarakan suatu topik atau pokok pembicaraan.
dalam percakapan dapat diungkapkan pengalaman pendapat, pertanyaan, atau saran.
cara menyusun percakapan:
 Perhatikan ciri-ciri teks percakapan berikut.
1.  Terdapat nama-nama tokoh seperti dalam nakah drama.
2.  Ragam bahasa yang digunakan adalah ragam lisan.
3.  Setelah nama tokoh atau pelaku diberi tanda titik dua (:).
4.  Kalimat percakapan diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“...”).
menggunakan kalimat berita, kalimat tanya dan kalimat perintah agar percakapan tidak membosankan.

Berita
•  Berita merupakan cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.
•  Jenis-jenis berita: berita dalam negeri, berita luar negeri, berita hukum, berita sosial, berita pendidikan dan kebudayaan, berita pertanian, berita lingkungan hidup, berita perumahan, berita pemuda dan olah raga, berita transmigrasi, berita kesehatan,
berita ilmu pengetahuan, berita koperasi, berita pertanahan, berita penerangan, berita perindustrian, berita perbankan, berita perhubungan, berita perdagangan, berita kehutanan, berita agama, berita pertambangan, dan berita pangan.

Puisi
Pada dasarnya, puisi merupakan cerita yang sangat pendek.
Langkah mudah menyusun sebuah puisi: Ingatlah salah satu pengalaman pribadimu. Tuangkan ke dalam selembar kertas. Tulis secara berurutan.
Lebih baik, gunakan kalimat yang pendek-pendek. Penggallah kalimat-kalimat tersebut.
Agar menjadi puisi yang lebih sempurna, pendekkan masing-masing kalimat.
Kamu juga dapat mengubah urutan kalimatnya.
Hilangkan pula kalimat yang kamu anggap mengganggu.
Buatlah agar terasa lebih indah,
jangan lupa, berikan judul.

Trik Membaca Puisi
1.  Bacalah dalam hati atau dengan suara pelan.
2.  Pahami puisimu.
  Apakah puisimu tentang kegembiraan? Apakah puisimu tentang kesedihan?
3.  Pelajari isi puisimu agar dapat menentukan jeda serta penekanan kata.
4.   Gunakan suara yang lantang sesuai dengan isi puisi.
5.  Ekspresikan dengan mimik.
6.  Gerakkan anggota badanmu sesuai irama puisi.
  7.  Tampillah percaya diri.
 
Makna tersurat: Pesan yang disampaikan tertulis dalam bacaan.
Makna tersirat : Pesan yang disampaikan tersembunyi dalam bacaan.

Pidato
1.  Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.
2.  Isi pidato bergantung pada situasi dan tujuannya. Isi pidato yang disampaikan dalam situasi resmi berbeda dengan isi pidato yang akan disampaikan dalam situasi non-resmi. Isi pidato yang ditujukan untuk orang dewasa berbeda dengan isi pidato yang ditujukan untuk siswa SD.
3.  Teks pidato terdiri atas tiga bagian,
yaitu: pembukaan, isi, dan penutup.

Trik Menyusun Teks Pidato
1. Sesuaikan isi pidato dengan tujuan pidato.
2. Gunakan bahasa yang mudah dicerna oleh semua pendengar.
3. Satu hal yang paling penting, isi pidato jangan terlalu monoton sehingga
membosankan pendengarnya.

Kamus  Kecil
ikon    : lambang
arek-arek    : anak-anak
tersirat    : tersembunyi; tersimpul
sinonim    : padanan kata
antonim    : lawan kata
dinas   : bertugas, bekerja
kolom   : bagian khusus dalam surat kabar atau majalah
prestasi   : hasil yang telah dicapai
protes   : pernyataan tidak menyetujui, manentang, atau menyangkal
rendah hati  : sifat tidak sombong atau tidak angkuh
rubrik khusus  : ruang atau bagian khusus pada surat kabar atau majalah
teladan   : sesuatu yang patut ditiru atau dicontoh
keteladanan  : hal dapat ditiru atau dicontoh
pidato pada umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup.
1.   Pembuka
  Pada umumnya pidato diawali dengan (1) salam pembuka, (2) ucapan penghormatan, dan (3) rasa syukur kepada Tuhan. Ketika membuka pidato ini sebaiknya jangan terlalu lama atau panjang. Bila terlalu panjang,
pidatomu akan membosankan. Selain itu, kamu akan dianggap hanya pandai berbasa-basi.
  contoh menyampaikan salam, mengucapkan penghormatan, dan rasa syukur kepada Tuhan.  Contoh salam pembuka.
  “Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
  Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.”
  Contoh salam penghormatan
  “Yang terhormat Bapak Kapolres Singaraja selaku pembicara
  Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah,
  Yang terhormat Ibu dan Bapak Guru,
  Yang terhormat para undangan,
  Yang berbahagia teman-teman kelas VI dan adik-adik kelasku yang saya banggakan.”
  Contoh pengucapan rasa syukur
  “Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan karena betapa banyak karunia Tuhan
yang dilimpahkan kepada kita.”
2.  Isi
  Bagian isi adalah bagian inti dari suatu pidato.
Pada bagian ini kamu dapat menjelaskan maksud pidatomu itu secara panjang lebar.
Meskipun demikian, isi pidato sebaiknya tidak terlalu panjang. Pendengar tentu akan merasa jenuh menyimak pidatomu.
  Berikut ini contoh bagian isi pidato   Kepada teman-teman wanita, saya mengajak,
belajarlah lebih giat dan tekun lagi. Bersikaplah sebagaimana yang tercermin dalam pribadi
Kartini. Masa depan kaum wanita terletak di tengah kalian. Berjuanglah menegakkan keadilan. Akan tetapi jangan lupa oleh batas kodrati  kita sebagai wanita. Tampilkan diri teman-teman sesuai dengan pribadi-pribadi bangsa Indonesia.
3.  Penutup
  Penutup pidato yang baik akan membuat pendengar terkesan dengan pidatomu.
Pendengar akan merasa simpati kepadamu. Oleh karena itu, kamu harus merencanakan penutupan pidato dengan matang. Kamu
dapat menutup pidato dengan cara: (1) menyimpulkan, (2) permintaan maaf atas segala kekhilafanmu, dan (3) memberikan salam penutup.

Trik Berpidato
1.  Vokalmu harus terdengar hingga pendengar paling belakang.
2.  Pergunakan bahasa yang sopan.
3.  Pergunakan bahasa yang komunikatif.
4.  Jangan menggunakan kata yang kamu sendiri tidak mengerti artinya.
5.  Jangan monoton, baik vokal maupun isi pidato.
6.  Berpidatolah dengan rileks, jangan terburu-buru seperti orang yang sedang dikejar-kejar.
7.  Pergunakan bahasa baku jika berpidato dalam acara resmi.
Contoh penutup pidato:
  “Demikianlah sambutan saya. Semoga acara ini berjalan dengan lancar. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. Kalau ada sumur di ladang, bolehlah saya menumpang mandi. Kalau ada umur panjang, semoga kita berjumpa lagi.
  Sekian.Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

1.  Pidato pada umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup.
2.  Bagian pembuka pidato diawali dengan (1) salam pembuka, (2) ucapan
penghormatan, dan (3) rasa syukur kepada Tuhan.
3.  Bagian isi pidato adalah bagian inti dari suatu pidato. Pada bagian ini kamu dapat
menjelaskan maksud pidatomu itu secara panjang lebar.
4.  Penutup pidato yang baik akan membuat pendengar terkesan dengan pidatomu.
Pendengar akan merasa simpati kepadamu. Oleh karena itu, kamu harus
merencanakan penutupan pidato dengan matang.
5.  Pergunakan cara-cara berikut ini ketika berpidato (1) vokalmu harus terdengar
hingga pendengar paling belakang (2) pergunakan bahasa yang sopan (3) jangan menggunakan kata yang kamu sendiri tidak mengerti artinya (4) jangan monoton, baik vokal maupun isi pidato (5) berpidatolah dengan rileks (6) pergunakan bahasa baku jika berpidato dalam acara resmi.

Drama merupakan karya sastra yang didominasi oleh dialog para tokoh.
 Unsur-unsur dalam sebuah drama terdiri atas tokoh dan watak tokoh, latar, dan
tema cerita.
Berdasarkan peranannya, terdapat tokoh utama dan tokoh tambahan. Berdasarkan
wataknya, dikenal tokoh protagonis (tokoh baik) dan antagonis (tokoh jahat).
Latar adalah segala sesuatu yang mengacu kepada keterangan mengenai waktu, ruang, serta suasana peristiwa.
Latar pada drama dalam pementasan biasanya dibuat panggung yang dihiasi dengan dekorasi, seni lukis, tata panggung, seni patung, tata cahaya, dan tata suara.
Tema adalah gagasan, ide, atau pikiran utama, yang digunakan sebagai dasar
dalam menuliskan cerita.
Dalam naskah drama, tanda titik dua ( : ) digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku.
Penggunaan keterangan tempat dan waktu dalam naskah drama.
Keterangan tempat merupakan keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya peristiwa atau keadaan.
Keterangan waktu merupakan keterangan yang memberikan informasi mengenai saat terjadinya suatu peristiwa.

Kamus  Kecil
Antagonis    : tokoh yang membawa nilai-nilai buruk
Basa-basi    : ungkapan yang digunakan hanya untuk sopan santun dan tidak untuk menyampaikan informasi
Dekorasi    : setiap bagian dari perlengkapan dekor panggung teater
Istilah    : kata atau ungkapan khusus
Jenuh    : bosan
Komunikatif  : mudah dipahami
Kostum    : pakaian khusus untuk pertunjukan
Monoton    : tidak ada ragamnya
Pidato    : pengungkapan pikiran yang disajikan dalam bentuk kata-kata
Protagonis   : tokoh yang membawa nilai-nilai baik
Rileks    : tidak kaku, santai
Riuh    : ramai

Trik Meringkas Buku
Sebaiknya, gunakan selalu kalimat tunggal.
Jika mungkin, ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
Jumlah alinea tergantung dari banyaknya ringkasan dan jumlah gagasan pokok yang akan dimasukkan ke dalam ringkasan.
Bila memungkinkan, semua keterangan atau kata sifat dibuang
Pertahankan susunan gagasan asli.
Terkadang, seorang penulis ringkasan memasukkan pikirannya sendiri tanpa sadar ke dalam ringkasannya.
Dalam melaporkan isi buku ada beberapa hal yang harus dicantumkan, yaitu: judul,
pengarang, jumlah halaman.
Surat resmi dan surat pribadi memiliki perbedaan dalam hal struktur, bahasa, dan
isi.


Surat resmi ditulis menggunakan ragam bahasa resmi atau baku.
Surat resmi dapat dibuat oleh perorangan, organisasi, perusahaan atau instansi tertentu.
 Ada beberapa jenis surat resmi, antara lain: surat undangan, surat tugas, surat perizinan, surat permohonan, surat pengumuman, dan surat edaran.
 Berbeda dengan surat pribadi, sebuah surat resmi mempunyai struktur yang harus diperhatikan, seperti:
 kop/kepala surat,
nomor surat,
lampiran,
hal/perihal,
tempat dan tanggal surat,
alamat penerima surat,
salam pembuka surat,
kalimat pembuka surat,
isi surat,
kalimat penutup surat,
salam penutup surat,
tanda tangan dan nama terang,
jabatan, dan tembusan.
Surat resmi dan surat pribadi memiliki perbedaan dalam hal struktur, bahasa, dan isi.

Bahasa baku ialah ragam bahasa atau dialek yang diterima untuk dipakai dalam
situasi resmi.
Yang dimaksud bahasa Indonesia baku ialah ragam bahasa yang mengikuti
kaidah bahasa Indonesia, baik yang menyangkut ejaan, lafal, bentuk kata, struktur kalimat, maupun penggunaan bahasa.

Berita merupakan informasi terbaru mengenai sesuatu yang sedang terjadi,
disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Mencari gagasan utama berita hampir sama dengan ketika mencari gagasan utama sebuah bacaan.

Kamus  Kecil
teknik    : metode atau sistem mengerjakan sesuatu
ringkas    : singkat
runtut    : selaras
gagasan    : ide
frasa    : gabungan dua kata atau lebih yang bersifat non-predikatif
struktur    : susunan
ragam    : macam; jenis
konteks    : bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian